Network Marketing


Bingung ketika ditanya prospek tentang halal/haram bisnis network marketing ?

Semoga apa yang ada disini bisa membantu ya: Keputusan Fatwa Musyawarah Komisi Fatwa MUI Kota Bandung Nomor : 291/MUI-KB/E.1/VII.

Saya cuplik bagian Network Marketing aja ya…:

MLM yang ketiga yaitu suatu perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem penjualan berjenjang di atas hukumnya shah / halal. Adanya bonus yang dijanjikan, disamakan dengan ju’alah.

Nah, MLM yang ketiga itu apa ? Definisinya sebagai berikut:

c. Perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem Penjualan Berjenjang (Network Marketing).
Adalah sebuah perusahaan yang menjual produknya dengan sistem berjenjang, sehingga setiap konsumen di perusahaan tersebut adalah juga seorang distributor. Dimana akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan jumlah jaringan dan omzet yang dicapai sesuai dengan sistem marketing yang disetujui sejak awal. Dengan harga produk yang cukup wajar.

Selengkapnya silakan baca disini ya…

Note:
Oriflame adalah bisnis yang sangat ‘unique’, yaitu memadukan Direct Selling dengan Multi-Level Marketing.

Bagus banget nih untuk dijadikan motivasi, saya dapatkan dari majalah DUIT! edisi Februari 2009. Bagi yang kesulitan mencari majalahnya, please baca disini aja ya:

Menarik melihat bahwa para distributor M*L-M yang sukses memilih sikap untuk menerima tantangan dengan gembira. Mereka tidak menyerah begitu saja. Sebaliknya mereka dengan gigih memberikan penjelasan, mengajar dan melatih anggota jaringannya untuk bersama-sama menghadapi tantangan. Dan sebagai hasilnya (memang pantas) menikmati berbagai keuntungan materiil dan nonmateriil secara luar biasa.

Bukan saja mereka mampu memberikan nafkah untuk menghidupi keluarganya, tetapi jauh dari itu mereka dapat menjadi orang-orang kaya raya secara terhormat dan halal. Perjalanan ke luar negeri dalam beberapa kali, berkunjung ke tanah suci secara reguler dengan biaya mitra usaha mereka, mobil dan rumah mewah bernilai ratusan juta rupiah, decak kagum dari jaringan yang dipimpinnya, dan kesempatan untuk mengatur waktu dengan bekerja jarak jauh, adalah beberapa kenikmatan yang sekarang mereka miliki.

Semua itu diraih dalam kurun waktu yang relatif singkat, kurang dari 10 tahun, sesuatu hal yang mustahil diperoleh oleh mereka yang melakukan bisnis secara konvensional dengan modal usaha kurang dari satu juta rupiah.

Sikap positif tersebut dibangun diatas persepsi dan keyakinan (paradigm and belief) yang antara lain mencakup hal-hal berikut ini:

  1. Mereka percaya bahwa setiap usaha pasti menghadapi resiko, tantangan, dan kendala; dan orang yang berhasil adalah mereka yang melatih diri untuk mengatasi kendala tersebut dan bukan menghindarinya.
  2. Mereka percaya bahwa setiap tantangan atau kendala pasti memiliki jalan keluar dan itulah yang harus diusahakan dengan sungguh-sungguh. Mereka bisa mengatakan bahwa para pemenang (winner) adalah orang-orang yang selalu melihat jalan keluar dari persoalan yang dihadapinya, sementara para pecundang (loser) adalah orang-orang yang selalu melihat masalah dari setiap jalan keluar yang ditawarkan.
  3. Mereka tidak percaya sukses instan. Sukses bagi mereka berarti kerja keras terlebih dahulu dan menikmati hasilnya kemudian. Hard work (kerja keras) harus mengawali smart work (kerja cerdas), dan mereka menikmati kerja keras itu.
  4. Mereka percaya bahwa karier dan usaha di jalur bisnis M*L-M memberikan peluang yang menjanjikan untuk meningkatkan taraf hidup mereka sekeluarga. Apalagi bila mengingat kecilnya risiko finansial yang harus ditanggung bila gagal, sementara potensi penghasilan sangat luar biasa (ratusan juta rupiah per bulan).
  5. Mereka percaya bahwa program-program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang disusun bersama para mitra usaha lainnya akan menolong mereka untuk berhasil bersama.
  6. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa sistem penjualan langsung adalah kecenderungan atau tren masa depan di millenium ini sebagaimana, antara lain, diramalkan John Naisbitt dalam bukunya Mega Trends 2000.
  7. Mereka percaya bahwa M*L-M memberi mereka kesempatan untuk menentukan waktu kerja secara fleksibel sesuai minat masing-masing. Itulah sebabnya banyak yang memulai bisnis paruh waktu (tanpa meninggalkan pekerjaan utama mereka.
  8. Mereka percaya bahwa orang dapat meraih keberhasilan dalam karier dan bisnis dengan cara menolong orang lain untuk mencapai keberhasilan. “Tolonglah orang lain agar kita dapat menolong diri sendiri,” kata Rich DeVos.
  9. Mereka percaya bahwa perusahaan M*L-M yang baik akan mendukung mereka dengan produk berkualitas tinggi yang antara lain ditunjukkan dengan memberikan garansi yang kembali 100% kepada konsumen yang tidak puas, disamping menanamkan investasi yang relatif besar untuk melakukan inovasi dan diversifikasi produk secara berkesinambungan.
  10. Mereka percaya bahwa setiap orang yang bergabung di perusahaan M*L-M yang sah dan bertanggung jawab memiliki peluang yang sama untuk meraih keberhasilan sesuai dengan kerja keras mereka masing-masing. Bukti-bukti nyata menunjukkan bahwa orang-orang yang bergabung belakangan, dan bekerja sungguh-sungguh, dapat lebih berhasil dari mereka yang telah bergabung lebih dulu.
  11. Mereka percaya bahwa sistem M*L-M yang benar tidak bertentangan dengan hukum internasional, etika moral, hukum agama, hukum nasional dimana mereka hidup, serta sejalan dengan hati nurani masyarakatnya.
  12. Mereka percaya bahwa bisnis M*L-M akan menolong mereka mencapai apa pun yang dicita-citakan. Dengan kata lain mereka melihat jalan lebar mewujudkan impian-impian besar.
  13. “Kepercayaan” tersebut menjadi semacam kredo (keyakinan) para distributor sukses yang terbukti membawa mereka ke taraf kehidupan yang mereka impikan.

Jadi, bila karier dan bisnis di alur M*L-M, pertanyaannya adalah apakah Anda bersedia memilih kepercayaan seperti diatas ?

Jika Anda percaya, Anda akan BERHASIL.

Semoga bermanfaat ya … :-)

Pernahkah temen-temen menghadapi penolakan prospek karena alasan sentimen kebangsaan ? Maksudnya misalnya seperti produk kita yang dari Swedia, lantas ada yang kurang sreg karena Swedia itu di Eropa, dan lain-lain, dan lain-lain. 

Jadi gini, menurut buku Mind Therapy for MLM (hehehe.. sorry lagi semangat membacanya nih..): Sentimen bangsa banyak diutarakan oleh golongan yang tidak bertanggung jawab. Mereka mencoba menghidupkan sentimen kesukuan dan kebangsaan. Jadi, Anda dapat menolak sentimen tersebut dengan cara sbb:

“Pernahkah anda melihat ada hadis atau ayat Al-Quran yang mengharamkan umat Islam atau Melayu berbisnis dengan orang Cina atau bangsa lain ? Nabi Muhammad saw mengadakan perdagangan dengan bangsa Yahudi dan kafir Quraisy. Berbisnis dengan bangsa lain dapat meningkatkan kembali daya beli. Selain itu, Anda dapat juga mempelajari ilmu mereka. Apakah Anda dapat berbisnis dengan pelanggan yang terbatas ? Maksudnya, hanya di kalangan pembeli bangsa Melayu ?”

Semoga bermanfaat ya !!!

Tanya:
Mengenai suatu bisnis dalam pandangan Islam. Bisnis tersebut semacam money game atau network marketing tanpa produk, jadi kita daftar menjadi member dengan membayar uang yang sebetulnya tidak seberapa. Lalu saya mencari downline lagi dan mendapatkan setoran dari downline tersebut, dan seterusnya. Melihat skema bonusnya, saya sangat tertarik sekali dengan sistem bisnis tersebut, tetapi saya ingin selalu kritis mengenai suatu bisnis tertentu dalam pandangan Islam. Mudah-mudahan Bapak bisa menjawab atas keraguan saya itu, apakah sistem bisnis tersebut halal menurut syariat Islam?

Jawab:
Mengenai bisnis money game yang Bapak tanyakan, membaca penjelasan Anda, itu sudah jelas melanggar hukum syariat. Sebaiknya dihindari saja, tidak usah dipikirkan lagi peluang ataupun risikonya. Kalau sudah jelas tidak sesuai syariah, lebih baik tinggalkan saja. Di beberapa negara maju, bisnis ini malah sudah sepenuhnya dilarang secara hukum. Bahkan saya sendiri keberatan untuk menyebutnya sebagai bisnis, karena sama sekali tidak ada proses bisnis disitu seperti jual-beli, sewa, jasa, atau yang lainnya. Yang adalah proses perekrutan seseorang untuk membayar pada upline-nya. Yang selanjutnya downline tersebut merekrut lagi agar mereka bisa dibayar oleh downline mereka, dan begitu seterusnya. Yang masuk belakangan membayar yang masuk duluan. Apa itu layak disebut bisnis? Dalam jangka waktu tertentu, ketika jaringan yang dibentuk sudah jenuh, sulit mencari downline baru, atau jumlah downline baru tidak lagi seimbang dengan kebutuhan jaringan yang semakin besar. Tentunya ‘bisnis’ ini akan ambruk di mana upline sudah tidak bisa lagi mendapatkan setoran dari downline-nya. Hal ini jelas beda dengan MLM yang merupakan bisnis jual-beli dalam sebuah jaringan. Sehingga walaupun jaringannya sudah tidak lagi berkembang, tapi masih ada proses jual-beli di mana dari situlah bonus diperoleh.

Sumber: perencanakeuangan.com

Untuk Anda para dan calon Network Marketer, highlight berikut ini semoga bermanfaat:

1. Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.

2. Apa motivasi kita menjalankan bisnis ini ? Sekedar mencari tambahan penghasilan atau membangun bisnis besar ? MOTIVASI menentukan SIKAP dan KINERJA kita dalam bisnis ini.

3. Semua kemenangan berasal dari KEBERANIAN UNTUK MEMULAI.

4. KEBERHASILAN yang paling besar bagi seseorang adalah MEMBANTU orang lain untuk menjadi SUKSES.

5. Kalau Anda sedang merasa LELAH/KEHILANGAN SEMANGAT, segera KONSULTASI, dengan KASET, baca BUKU, dan HADIRI PERTEMUAN. Maka ANTUSIAS menjadi milik Anda!

6. PERJUANGAN, KEGAGALAN dan KESUKSESAN adalah satu paket yang tidak bisa dibeli terpisah. Jalani PERJUANGANNYA, BANGKIT dari kegagalannya dan MILIKI KESUKSESANNYA !

7. Kalau arus air dipertemukan dengan batu, arus air selalu menang. Bukan dengan kekuatan tetapi dengan KEGIGIHAN.

8. KESALAHAN TERBESAR yang selalu kita lakukan dalam hidup ini adalah selalu TAKUT MELAKUKAN KESALAHAN.

9. Banyak hal yang bisa menggagalkan Anda mewujudkan IMPIAN Anda. Setiap orang yang SUKSES juga mengalami itu, kalau mereka bisa melewati semuanya, Anda juga BISA melewatinya. Jangan menukarkan IMPIAN indah untuk orang-orang yang Anda cintai dengan KEPUTUSASAAN. Jangan berhenti, TERUS BERJUANG !

10. Sudah seberapa dalam jaringan Anda? Bingung kenapa jaringan Anda tidak mendalam? Lihat lagi kemampuan rekan kerja Anda. Apakah mereka sudah bisa presentasi, mengundang dan follow up dengan baik? Saya percaya, jika kita berdoa dan berusaha dengan maksimal, Tuhan pasti memberi jalan.

11. Berjanjilah pada diri sendiri untuk memikirkan HANYA yang TERBAIK, mengupayakan HANYA yang TERBAIK, dan mengharapkan HANYA yang TERBAIK agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

12. Sudahkah Anda menyusun impian dan rencana-rencana baru? Bekerja tanpa perencanaan bagaikan ‘KAPAL BERLAYAR TANPA ARAH’.

13. Ribuan buah jeruk berasal dari satu biji jeruk. Kalau saat ini Anda merasa masih mendapatkan sedikit hasil dari bisnis MLM, itu terjadi karena jaringan yang dibangun belum besar. Ibarat pohon jeruk, masih dalam tahap pertumbuhan dan belum berbuah. BERSABARLAH, TERUS LANJUTKAN dan FOKUS. TETAP SEMANGAT !

14. Kita tidak bisa mengontrol banyak perubahan yang terjadi dalam hidup kita tapi kita bisa melakukan PERSIAPAN yang TERBAIK. Jadi, perubahan apa pun yang terjadi, kita siap menghadapinya.

15. KOMITMEN merupakan janji yang harus dipegang teguh untuk mencapai cita-cita.

16. Tuhan tidak akan mengubah nasih manusia KECUALI ia sendiri yang mau mengubah nasibnya.

17. Ketika Anda telah meraih suatu tujuan, segera tetapkan tujuan yang baru. Dalam hidup tidak ada kata STAGNASI, yang ada hanya HIDUP dan MATI.

18. Banyak hal yang harus dilakukan, tetapi waktu yang tersedia sedemikian terbatas. Jadi TENTUKAN PRIORITAS kegiatan mana yang akan kita BAYAR dengan waktu yang kita miliki.

19. Daripada mengutuk kegelapan lebih baik ambil sebatang lilin dan nyalakan. Daripada meratapi keadaan lebih baik melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaan.

20. KETEKUNAN membuat yang mustahil menjadi MUNGKIN, yang MUNGKIN menjadi KEMUNGKINAN BESAR, dan KEMUNGKINAN BESAR menjadi KENYATAAN.

21. Mungkin kita tidak akan pernah memiliki kelebihan seperti yang dimiliki orang lain, tapi hal itu tidak boleh menjadi halangan untuk memperjuangkan impian kita!

22. Jika Anda menanam padi, rumput pasti ikut tumbuh, tetapi, jika Anda menanam rumput, jangan harap tumbuh padi.

23. Ingat! KESUKSESAN adalah benda mati. Karena itu jangan menunggu sukses untuk menghampiri kita. Kita yang harus berlari menuju kesuksesan itu!!!

24. Hambatan dan kesempatan, bedanya ada pada cara kita memandang. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan.

25. Cinta adalah memberi kepada orang yang kita cintai. Memberi berarti kita yang berkorban, atau membayar harganya, dengan bekerja lebih, untuk bisa memberi LEBIH.

26. Memang KEBERHASILAN itu tidak mudah untuk didapatkan, tapi percayalah itu BISA ANDA WUJUDKAN dalam kehidupan Anda. SELAMAT MEWUJUDKAN!

27. Melebar adalah permulaan, kedalaman adalah kestabilan.

28. Awali hari Anda dengan antusias dan pertahankan antusias itu, maka hari yang indah berada di depan Anda.

29. Banyak alasan yang bisa kita berikan untuk sebuah kegagalan, tapi hanya satu alasan untuk BERHASIL yaitu TIDAK ADA ALASAN. Maju terus dan RAIH KEBERHASILAN ANDA.

30. Hak istimewa manusia adalah HAK MEMILIH. Kita bebas memilih tetapi harus mempertanggungjawabkan setiap pilihan kita. Mari MEMILIH untuk SUKSES walaupun untuk itu kita harus membayar harganya berupa KERJA KERAS yang disertai dengan KERJA CERDIK dari setiap WAKTU yang kita miliki. SELAMAT MEMILIH !!!

31. Ingatlah bahwa Tuhan tidak selalu mengabulkan apa yang kita minta, tapi selalu memberi apa yang kita BUTUHKAN. Sudahkah Anda membawa bisnis ini dalam doa Anda ?

Saya kutip dari buku The Secret Book of MLM. Pesan terakhirnya sbb:

Kami tidak meminta Anda untuk mempercayai tetapi kami ingin Anda menikmati/mendapatkan pendapatan yang LUAR BIASA besar dari bisnis Multilevel Marketing.

Jangan hanya percaya, jangan hanya setuju, tetapi LAKUKAN! Dengan hanya percaya dan setuju tidak akan membuat Anda memiliki sebuah bisnis yang luar biasa ini dengan hasil yang juga LUAR BIASA.

Kehidupan Anda dan Keluarga
1. Dapat mencurahkan perhatian sepenuhnya pada keluarga.
2. Mendidik disiplin anak.
3. Menjadi orangtua berkualitas
4. Dapat memberikan pendidikan yang baik kepada anak.
5. Menjalankan bisnis bersama istri/suami dan dilanjutkan oleh anak.

Karier Anda
6. Membangun karier jangka panjang.
7. Pilihan waktu dan tempat ada pada Anda.
8. Bekerja dengan orang yang mau menolong Anda.
9. Membangun masa depan yang cerah.
10. Menjadi atasan bagi diri sendiri.

Peningkatan Diri
11. Belajar bersabar dalam menjalankan karier.
12. Belajar memiliki impian dan belajar bagaimana mewujudkan impian itu.
13. Semakin positif dalam pemikiran dan kehidupan.
14. Meningkatkan daya imajinasi.
15. Semakin termotivasi.

Keuangan Anda
16. Jaminan keuangan dalam jangka panjang.
17. Pendapatan melebihi keperluan Anda.
18. Menambah harta.
19. Dapat membeli rumah tunai.
20. Tidak ada kekhawatiran dalam masalah keuangan.

Meningkatkan Kesuksesan
21. Impian menjadi kenyataan.
22. Dapat pergi kemana pun yang hendak Anda tuju.
23. Menunjukkan kepada diri Anda dan dunia luar bahwa Anda hebat.
24. Pemikiran Anda selalu sukses.
25. Dapat mengatakan “Ya” pada kesuksesan dan “Tidak” pada kegagalan.

Mencapai Kepribadian dan Tujuan
26. Hidup dalam pencapaian kepribadian yang hebat dan bercita-cita.
27. Mempelajari kemampuan yang Anda perlukan dan meraih kesuksesan.
28. Tahu apa yang harus Anda lakukan dan mencapai kesuksesan.
29. Punya sarana yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
30. Hidup dalam kondisi tujuan tercapai sesuai dengan rencana.

Orang-orang yang Berurusan dengan Anda
31. Bebas bekerja dengan siapa saja yang Anda sukai.
32. Rekan Anda adalah orang-orang yang positif.
33. Anda selalu mendapat motivasi.
34. Dikelilingi orang-orang yang berhasil.
35. Berbagi waktu dengan orang yang juga berkeinginan untuk sukses.

Tingkat Kualitas Hidup
36. Mempunyai waktu istirahat yang banyak.
37. Enjoy dalam kehidupan. 
38. Fokus pada impian dan usaha untuk mewujudkannya.
39. Pikiran yang tenang.
40. Menyelesaikan masalah dengan solusi positif.

Menciptakan Masa Depan yang Sukses
41. Selalu melihat masa depan dalam pandangan positif.
42. Bisnis yang mengubah karakter dan sikap Anda dalam semua segi.
43. Dapat memantau perkembangan anak-anak meski sedang berbisnis.
44. Membina hubungan yang baik dengan Tuhan, keluarga, dan lain-lain.
45. Meningkatkan kehidupan menjadi lebih baik dalam setiap waktu dan setiap cara.

Membina Hubungan dalam Kehidupan
46. Menolong orang lain untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
47. Melakukan sesuatu yang penting dalam hidup.
48. Berbagi kesuksesan dengan orang lain.
49. Menolong orang lain membina hidup baru.
50. Peduli kepada orang lain.

sumber: Mind Therapy for MLM

Berikut ini sharing tentang M.LM juga yang saya kutip dari Komunitas Bundainbiz.

———-

Pertanyaan :
Pernah gak di prospek orang untuk ikutan MLM ?
…akhirnya memutuskan ikut atau tidak ?
…Apa sih cara yang paling gampang membedakan MLM dan money game ?
…dan pendapat Bundas juga Pandas tentang MLM, positif atau negatif ?
..seberapa penting peranan produk dalam menjalankan bisnis MLM ?
. Apakah kita memutuskan bergabung ketika kita yakin bahwa produknya bagus dan berkualitas dalam artian kita juga harus ikut mencoba produknya dulu ?
…Atau kita memutuskan ikut MLM dengan cukup melihat marketing plan (bonus, jenjang ) yang di tawarkan ?,
atau dengan melihat seberapa cepat kita mendapat bonus, seberapa banyak kita mendapat pasive income ?
Bagaimana caranya kita bisa memilih up line yang baik ?..

Eva Z.Rais

Bunda Deavy M.Mansur :

Yang masih menjadi kendala dalam bisnis MLM buat aku adalah aku gak bisa jualan, apalagi memprospek orang lain. Masih canggung. Mungkin bundas bisa kasih masukkan gimana supaya kita bisa memprospek orang untuk bergabung, dengan cara yang sopan dan tidak terkesan memaksa.

Bunda Dini :

Memang banyak sekali nilai positif dari bisnis MLM tapi kenapa lebih banyak lagi orang yang sama sekali tidak mau mendengar kata MLM sekalipun?
Menurut aku, dan beberapa teman lain hal ini terjadi karena segelintir pelaku m.lm yang melakukan praktek yang bikin orang merasa gerah contoh aja: maksa orang untuk join, bohong demi orang dateng ke presentasi dll.
Moga2 makin banyak orang yang mulai sekarang pelan2 tidak memakai praktek2 ga bener ini….

Bunda Radit :

Alhamdulillah sampai detik ini keputusan untuk ikut bergabung di bisnis MLM merupakan suatu keputusan yg tepat dalam hidupku. Cara paling gampang membedakan MLM dengan Money Game adalah M*L;M itu jelas ada produk yg di tawarkan & ada jenjang karier yg jelas pula serta perlu usaha untuk memperoleh penghasilan seperti merekrut orang, menawarkan produk dgn cara online maupun offline sedangkan money game umumnya gak jelas apa yg tawarkan tiba2 ajah di janjiin akan bisa mendapatrkanpenghasilan sekian rupiah / sekian dolar tanpa harus bekerja keras cukup dgn 3D saja alias diam, duduk & denger.

Bunda Fitri :

Saya pernah nonton film “Pay It Forward”…. itu cukup mengubah pandangan saya. Bayangkan kalau kita bertekad untuk berbuat kebaikan kepada 3 orang minggu ini. Kemudian ke-3 orang itu juga bertekad berbuat kebaikan masing-masing ke-3 orang lainnya… begitu seterusnya…. bayangkan betapa indahnya kehidupan kita… Kita juga jadi banyak teman. Hal ini saya terapkan dalam bisnis MLM saya…

Bunda Esti :

Pilih MLM yang produknya bisa dijual dan ada kemungkinan laku, jadi orientasinya bukan sekedar cari downline terus duit datang sendiri, tapi emang jualan, yah harus aktif juga.

Bunda Emmy Sumangkut :

Sebelum memutuskan untuk ikut bergabung, kita harus ngeliat dulu:
1. Apakah perusahaan tersebut adalah member dari APLI atau tidak ( Asosiasi perusahaan yang menjual produknya secara MLM di Indonesia). Kalo perusahaan asing, pastikan dia member dari direct selling association di negara asalnya
2. Sdh berapa lama perusahaan tersebut berdiri? Kantor Pusatnya dimana? Pabriknya dimana? (segala sesuatu yang berhubungan dg perusahaan) Sudah mempunyai berapa cabang? Ada dimana saja?. Untk menandakan bonafitas dan kelayakan produk (semakin lama berdiri dan semakin banyak kantor cabangnya di berbagai negara akan semakin baik.)
3. Siapa pemilik perusahaan tersebut? Ini penting, karena perusahaan MLM yang benar pasti akan memberi tahukan kpd member/calon member, siapa dibalik kesuksesan perusahaan tersebut.
4. Apakah ada testemoni ( kesaksian ) tentang produk yang ditawarkan.
5. Apa tujuan kita untuk membeli produk tersebut? Untuk dipakai sendiri or untuk di bisniskan?
6. Bagaimana dengan sistem marketing toolsnya, pembagian bonus, dst.
7. Bagaimana dengan sistem keanggotaannya.

Kalo di money game, biasanya mereka akan meminta calon member untuk tahap awal menanamkan sejumlah uang kepada perusahaan dan pada periode tertentu( pada keanggotaan yang ke no sekian) member akan mendapatkan uang dg jumlah yang lebih banyak (kadang hitungannya fantastik)…Atau calon member diminta untuk menanamkan modal pada sebidang tanah yang akan ditanami sayuran or anything deh,.dan perusahaan akan memberikan modal kembali pada saat panen dengan jumlah uang yang lumanyan menarik (ya kalo untung, kalo buntung gimana).

Bunda Sotya :

Hal yang paling mendasar untuk membedakan antara M.L*M dengan sistem piramida atau money game adalah adanya produk yang dijual. Pada dasarnya, M.L*M merupakan salah satu cara penjualan langsung (direct selling), dimana keuntungan diperoleh dari penjualan, bukan dari merekrut. Naahh…jadi kalau Bunda ditawarkan bisnis yang mendapat keuntungan hanya dengan merekrut, tanpa ada penjualan, perlu dicurigai tuuhh….Karena jaringan M*LM yang baik itu bukan hanya dari banyaknya orang yang ikut jaringan, tapi juga seberapa besar penjualan yang dihasilkan.

Terus, untuk melihat apakah M.L*M tersebut menguntungkan untuk dijalankan dan bisa menjadi passive income untuk kita, pertama-tama kita harus melihat perusahaannya, apakah terdaftar di APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Dan seberapa besar omzet dan banyaknya member di seluruh dunia.
Yang kedua, dari segi produk, apakah produknya harganya terjangkau, repeat order tinggi, dan apakah pangsa pasarnya besar? Dan produk tersebut harus mudah dijual, tanpa kita perlu memiliki keahlian khusus untuk menerangkan tentang keuntungan produk tersebut. Yang ketiga adalah sistem. Kadang kita tidak bisa membedakan antara single level marketing dengan multi level marketing. di single level, seorang pelaku harus menjual sebanyak-banyaknya, bahkan sampai harus menyimpan stock. berarti hampir sama saja dengan sistem penjualan tradisional. Di Multi Level, pelaku bekerja sama dengan para downline untuk membangun jaringan, membentuk leaders, dan meningkatkan penjualan jaringan. Yang keempat adalah pengembangan personal yang dijanjikan oleh perusahaan. Mulai dari training produk, sampai pengembangan jaringan, harus disupport oleh perusahaan. Dan yang terakhir….pemilihan jaringan/up.line. Jaringan yang baik, harus saling membangun, mengadakantraining untuk jaringan, latihan pembentukan leader, dan berbagai pengembangan pribadi lainnya. Jadi, pilihlah up.line yang nantinya akan membimbing kita untuk mencapai keberhasilan dalam bisnis ini, karena tanpa dukungan jaringan, kita tidak akan bisa mengembangkan jaringan kita.

Mba Yaya :

Dalam bergabung di sebuah MLM, dita juga harus yakin bahwa produknya bagus dan mnecobanya dulu. Karena kita dalam berjualan produk MLM nggak boleh asal ngecap aja donk…Nah lho, kalo kita sendiri nggak pernah nyoba produknya bisa kebingungan deh biala suatu saat pelanggan ada yang nanya, nanti malah kita mengarang bebas. Jd dalam hal ini kita nggak hanya mengandalkan “katanya upline aja”.

Kita memutuskan ikut MLM dengan melihat marketing plan (bonus, jenjang ) yang di tawarkan atau dengan melihat seberapa cepat kita mendapat bonus,seberapa banyak kita mendapat pasive income. Tapi ingat loh bonus, jenjang karir gak dateng dngn sendirinya kan? Tergantung jg usaha kt, intinya no pain no gain.

Panda Hanif :

Pertama kita harus mulai bisnis MLM ini dengan mental pengusaha bukan sales, karena MLM adalah bisnis kuadran kanan. Posisikan diri kita sebagai konsultan produk dari MLM yang kita jalankan, sehingga prospek yakin kita orang yang profesional dalam melakukan bisnis.

Mulailah dengan meyakinkan diri kita sendiri dengan produk yang ingin kita share, aneh kalau ada pelaku bisnis tapi dia tidak tahu benefit dari produk yang ngin di pasarkannya. Jadi konsumsi produk kita sendiri dulu dan kita rasakan dulu benefitnya pada diri kita.

Kedua, fahami konsep bernilai jutaan dollar ini “Orang bukan ingin membeli bor, tapi mereka ingin membuat lubang, ajarkan mereka membuat lubang dengan borkita”, Kalau kita kuasai konsep ini dan kita terapkan pada bisnis kita,insyaallah orang akan mencari produk dari kita.

Cara penerapannya mari saya jelaskan sebagai berikut.. Kalau kita menjalankan MLM dengan produk kecantikan, maka ceritakanlah apa yang dibutuhkan oleh calon prospek bunda, mereka ingin menghilangkan jerawat? oke, ajari cara bagaimana prospek bisa mulai merawat wajah agar bisa menghilangkan jerawat dengan baik dan benar..buatlah kondisi yang nyaman dan bershahabat dengan prospek kita..ikuti dulu apa yang mereka inginkan..setelah mereka faham bagaimana cara merawat wajah agar tidak berjerawat, mereka butuh alat untuk menjaga jerawat tidak muncul lagi..keluarkan senjata kita yaitu produk kecantikan yang mampu mentreatment wajah agar terhindar dari jerawat..ceritakan pengalaman kita selama memakai produk tersebut..kita tidak perlu menceritakan detil mengenai kandungan produk, tapi cukup menjelaskan konsep kerja dari produk tersebut, apakah mampu melindungi sel kulit atau memiliki kemampuan lain yang kita ketahui dari produk tersebut..kalau cara ini kitaterapkan, insyaallah kita mau menawarkan apapun bentuknya barang tersebut orang akan memilih membeli produk tersebut dari kita..

Ketiga, jagalah kontak dengan prospek kita, ini yang biasanya jarang di lakukan oleh pemula, mereka berharap prospek akan mengontak mereka setelahmereka menggunakan produk kita..itu SANGAT JARANG TERJADI… Tanyakan bagaimana pengalaman mereka menggunakan produk kita? apakah cocok? atur waktu kembali untuk bertemu dengan prospek agar mereka merasa di service dengan baik..jagalah hubungan baik.. Selanjutnya closing..

Kelebihan bisnis MLM di bandingkan bisnis konvensional dan franchise sendiri juga banyak, contohnya:

1. Kita tidak perlu modal yang terlalu besar untuk memulai usaha MLM, biasanya antara dari yang ratusan ribu sampai yg $500, tergantung kita mainnya di kelas yang mana, karena MLM ada yang murah ada juga yang cukup mahal, ibarat mobil ada yang kelas kijang sampai kelas mercy, tentu saja yang sekelas mercy,lambhorgini,ferrari kenyamanan untuk menjalankannya dengan support dari perusahaan lebih berkelas dan mewah..ini semua kembali kepada kita sanggupnya main dikelas yang mana, karena ada juga MLM yg mahal belum tentu bagus tapi ada juga yang murah juga belum tentu bagus, semua harus bisa kita teliti sendiri sebelum memulainya..beda kelas beda kecepatan untuk sampai ke tempat tujuan (impian kita)..

2. Kita tidak perlu karyawan, karena prinsip bisnis MLM adalah meminimalisir biaya overhead, ini keunggulan ke dua bisnis MLM. Karena kita bos bagi diri kita sendiri, nda ada yang bisa marah, nyuruh, apalagi ngejar target penjualan, karena semua itu yang mengontrol diri kita sendiri, kalau mau dapat hasil besar kerja keraslah di awal, mulailah dari meyakinkan diri sendiri dengan mengonsumsi produknya lalu kemudian ceritakan pengalaman pribadi kita pada orang lain (Tell The Story), dari situ terjadi sistem penjualan secara tidak langsung (mungkinini yang ditakuti para paranoid MLM).

3. Biaya overhaead tidak terlalu besar, ini juga kelebihan lain yang ada di MLM, karena sekarang orang ingin bisa berbisnis tapi kalau bisa tidak perlu banyak biaya pengeluaran untuk operasional. Kalau sampai ada orang yang menjalankan MLM keluar biaya berjuta-juta di awal membangun karir bisnisnya berarti orang tersebut perlu di prospek ulang, MLM bukan usaha dengan biaya overhead yang tinggi, tapi MLM juga perlu biaya overhead, jadi MLM bukan berarti tidak ada modal sama sekali untuk menjalankannya, anggaplah bisnis MLM layaknya bisnis konvensional/franchise dalam cara kita mengeluarkan tenaga dan waktu untuk mengerjakannya, tapi bedanya MLM memiliki potensi penghasilan yang tidak dibatasi, beda dengan konvensional bisnis yang profitnya perbulan memang sudah dipatok karena tingginya biaya overhead, di konvensional utk mendapatkan profit yang tinggi kita perlu biaya lagi untuk melakukan promo dan cara-cara untuk mendongkrak omzet, sedangkan di MLM, kita cukup memberikan penguatan pada downline-downilne kita agar omzet meningkat, jadi di sini yang banyak dikeluarkan adalah waktu dan semua orang memiliki waktu..

4. MLM tidak perlu memiliki kantor/ruang kerja permanen, karena sifat MLM adalah independent, kita melakukan aktifitas bisnis tidak perlu direpotkan dengan yang namanya tempat usaha seperti dibisnis konvensional/franchise.Pengalaman saya dari menjalankan MLM, konvensional serta franchise bisnis, bisnis MLM lebih enjoy untuk dijalankan, karena biaya setup untuk sewa ruangan kerja/kantor tidak diperlukan, kecuali kita jadi stokis dari usaha MLM kita tersebut. Apalagi dengan adanya teknologi internet, kita sbtulnya bisa memanfaatkan komputer di rumah/warnet untuk jadi virtual office kita di dunia maya, bisa dikerjakan kapanpun kita mau, biaya nya juga relatif lebih murah untuk memulainya. Seperti yang saya lakukan dengan koneksi online 24 jam non-stop quota pemakaian unlimited dengan tarif flat perbulan dari rumah, tentunya bisnis MLM yang kita jalankan akan lebih bisa kita maksimalkan..

5. Membuka cabang, ini yang saya suka dari bisnis MLM, di sini kita layaknya franchisor (pemilik franchise), kita punya hak membuka cabang dari bisnis kita dengan melakukan sponsoring tanpa kita perlu mengeluarkan biaya lagi untuk membuka cabang, dengan makin banyaknya cabang yang dimiliki tentunya mengejar target peningkatan omzet akan terasa lebih ringan karena adanya network/tim, beda dengan franchise/konvensional bisnis, di franchise/konvensional bisnis bila kita jadi seorang franchisee (yang membeli waralaba) kita tidak punya kesempatan untuk membuka cabang di bawah kita, kalaupun ingin membuka cabang, perlu biaya lagi yang tidak sedikit, dan uniknya, belum tentu bisnis franchise/konvensional itu berjalan, karena kalau kita salah pilih lokasi, bersiaplah untuk pusing tujuh keliling… MLM menggunakan kekuatan duplikasi, duplikasikan diri kita kepada cabang-cabang di bawah kita(downlines). Makin cepat kita menduplikasikan kemampuan kita kepada downline, makin cepat jaringan berkembang dengan sendirinya..

6. MLM bisnis manusiawi, di sini yang perlu digaris bawahi untuk para pemula di MLM, banyak orang yang bergabung MLM berharap bisnisnya cepat berkembang namun banyak dari mereka hanya ingin menikmati kesuksesannya tanpa mau/malas menyupport downlinenya, MLM bisnis SDM, betul kata salah seorang bunda di milis ini (punteun saya lupa namanya ) jaringan kita adalah manusia bukan karyawan kita, perlakukan mereka seperti anak kita (heheh..saya belum punya anak ), build your people, people will build your business, itu saja kata kuncinya..

Kalau dari kekurangannya, saya rasa bisnis ini tergantung dari kitanya yang menjalankan.MLM bisa dijalankan oleh semua orang dengan latar belakang apapun, tapi belum tentu semua orang cocok dengan MLM.. ini hanya pilihan, jadi yang menentukan adalah diri kita sendiri, apakah MLM cocok dengan kita atau tidak??

Kalau Money Game, semua bisnis sebetulnya money game, permainan uang., Tapi ada yang baik dan ada yang buruk, yang buruk itu yang sering bikin banyak korban, akhirnya ini yang jadi biang keroknya nama bisnis MLM rusak..Yang buruk biasanya hanya memakai konsep dapat uang jika ada member baru join di bawah kita..bukan dari repeat order produk..

MLM sebetulnya money game, tapi dia money game yang halal, karena dia mendapatkan uang jika kita melakukan transaksi perdagangan dengan produk yang bisa berpindah tangan dan produk tersebut bermanfaat bagi si pembelinya.

Dan untuk menilai mana money game yang buruk mudah sekali…jika money game yang buruk tersebut memiliki produk, apakah produk tersebut bisa kita beli tanpa kita harus jadi membernya? jika tidak bisa memenuhi syarat tersebut, maka bisnistersebut money game yang buruk..

Produk juga sangat penting untuk mendukung bisnis MLM kita..terutama bisnis yang memiliki repeat order seperti produk kesehatan dan kecantikan..kalau produk bagus pasti akan dibeli orang secara continue.. bukankah kita ingin mendapatkan omzet ? untuk itu carilah produk yang berkualitas dengan dukungan riset para ahli dan testimoni para pemakainya serta legal (POM) dan halal untuk di konsumsi..

Pertanyaan saya selanjutnya adalah.. apakah produk tersebut akan bunda beli jika bunda tidak perlu terlibat di dalam bisnis MLM tersebut? jika bunda menjawab ya, itu artinya produk tersebut memiliki pasar.. karena di awal bunda perlu nutup biaya operasional..menawarkan produk yang mampu menjual kepada konsumen yang tidak suka MLM adalah penting.. kalau produknya tidak mampu menjual, maka akan sulit utk mendapatkan hasil dari keutungan retail di awal..

Untuk mengukur produk itu bagus juga mudah sekali..

Pertama.. lihat apakah produk tersebut didukung dengan riset para ahli? karena dukungan testimoni saja tidaklah cukup.. bagaimana kalau ada konsumen kita yang kritis menanyakan riset dari produk kita tapi kita tidak bisa menjawab? terutama orang� kelas menengah ke atas, mereka lebih mementingkan kualitas, mereka akan royal membeli produk tersebut kalau memang terbukti ada dukungan riset dari para ahli di bidang produk tersebut.

Kedua, apakah produk tersebut legal secara hukum baik di negara kita atau dari negara lain jika produk MLM kita dari luar negeri.

Marketing Plan adalah cara perusahaan untuk menawarkan reward/komisi kepada para distributornya..
Menurut saya carilah marketing plan perusahaan yang sudah proven tidak ganti-ganti marketing plan dari sejak berdirinya sampai sekarang, minimal terbukti membawa banyak orang sukses tanpa perlu memiliki kemampuan khusus untuk berhasil di dalam bisnis MLM tersebut.. perusahaaan yang suka gonta-ganti marketing plan, adalah perusahaan yang belum memiliki pengalaman bisnis MLM, mungkin mereka dilatar belakangi orang-orang konvensional yang mencoba menerapkan konsep MLM untuk menjalankan usahanya.. bunda akan capek menjalankan usaha MLM dengan perusahaan seperti ini..

Untuk mencari upline yang baik juga ada triknya.. carilah upline yang mengayomi.. artinya upline yang dengan sabar mengajarkan kita untuk bisa berhasil di bisnis MLM mereka.. upline yang rajin menjaga hubungan baik dengan kita adalah kriteria upline yang bagus untuk diikuti..

Dan yang terakhir jangan lupa..untuk mencari perusahaan yang memiliki support sistem yang dibangun sendiri oleh perusahaan tersebut, karena support sistem menjaga group kita nanti agar tetap menjalankan bisnis sesuai dengan aturan main yang berlaku..

Bunda Niena :

Cara paling gampang membedakan MLM dan money game adalah : lihat apakah perush tsb sebagai anggota APLI tidak (money game tdk terdaftar di APLI), kemudian perhatikan adakah produk yang diperjual belikan (apakah kualitas prod nya sebanding dg harga yg dibayarkan) dan bagaimana sistem keanggotaannya, apakah dibatasi (binary) tidak?(money game biasanya dibatasi)

Jadi kalau ada yang menawarkan dengan bergabung kita cukup merekrut 2 org (misalnya) maka otomatis kita dapat bonus, nah mbak patut berhati hati, karena dalam MLM pun mustahil kita mendapat bonus besar kalau kita tidak mau kerja keras.

Bunda Sharah :

Banyak orang alergi pada MLM arena banyak yang menjalankan binis M.LM dengan pendekatan yang bombastis, terutama saat menjelaskan reward2 dan mengenai pendapatan yg berjuta2 ke prospek.

Gambaran bisnis MLM itu adalah :

1. Keanggotaan, M.LM biaya keanggotannya murah krn hanya untuk ganti biaya adm dan starter kit…tidak harus beli paket produk dulu.

2. Produk, prosuk M.LM biasanya berkualitas tinggi ada ijin resmi dari Depkes, FDA, etc dan benar2 bisa dijual…kalo produk money game biasanya gak jelas…kalaupun ada kualitas dan harga gak sebanding.

3. Marketing plan, M.LM yg baik punya marketing plan yg jelas, sistem perhitungan bonus yg jelas dan menguntungkan untuk upline maupun downline….kalau money game…biasanya perhitungan bonusnya bombas banget, sistemnya cenderung menguntungkan upline saja.

4. Terdaftar di APLI, pastikan persh yg kita ikuti terdaftar di APLI, M.LM yg bagus pasti sdh terdaftar.

5. Training yg diberikan, umumnya persh yg baik memiliki support system untuk anggotanya…berupa pelatihan2 untuk meningkatkan kualitas diri anggotanya thus jadi anggotanya bisa lebih berkembang yg tentunya sangat berdampak bagus bagi perusahaan. Kalau money game biasanya gak ada trainingnya…baik training produk, training presentasi…atau yg lainnya….

Beda MLM dengan bisnis konvensional (dari buku �Why not MLM� oleh Pindi Kisata) :

1. Modal awal yang relatif kecil –> cuma modal uang pendaftaran aja…ketimbang kalau buka toko misalnya…,sewa dan stock barangnya bisa berjuta2 rupiah.

2. Modal operasional yg relatif kecil –> selain uang pendaftaran, biaya lain yg keluar biasanya biaya telpon dan transport ke tempat training…atau jika kita menjalankan secara online…biaya untuk langganan akses internet, beli domain atau hosting :) . Coba bandingkan dgn operasional bisnis konvensional yg bisa tdd: biaya gaji, biaya sewa bulanan, biaya inventory…dll

3. Tidak butuh tempat khusus –> bisa di mana aja kerjanya, baik dijalankan online maupun offline…tdk perlu toko atau area khusus untuk display produk

4. Risiko kecil –> karena modalnya kecil maka risikonya kecil…. baik risiko rugi materil maupun risiko sakit hati atau stress

5. Waktu kerja yang fleksibel, tidak 8 to 5 :) , yg penting disiplin aja dengan waktu kerja…

6. Bisa menjangkau wilayah yang luas –> apalagi jika didukung oleh perwakilan perusahaan yg ada di masing2 daerah dan terlebih jika dijalankan secara online

7. Tidak perlu keahlian/ pendidikan khusus –> kalo gak punya pengalaman bisa ikut training

8. Mendapat bimbingan lgsg dari upline….nah paling enak deh kalau dapat upline yang care dan support jadi kita jalannya lebih terarah dan dapat ilmu suksesnya mereka…:)

9. Memiliki sistem yang bagus dan teruji….. M.LM adalah suatu jenis usaha yg terbukti sukses, krn sistem yg ada di persh M.LM yg bagus sdh teruji…baik sist. keuangan, sist distribusinya dll.

Upline dan gaya mereka dalam melakukan pendekatan dan memberi penjelasan sangat berpengaruh padaku……..seperti org bilang kesan pertama harus nyaman dulu ya…selanjutnya kalau sdh nyaman pasti deh kita bisa tunduk manis dengerinpenjelasan mereka supaya ngerti ;-) . Intinya upline yang disukai adalah upline yg friendly, jujur dan smart… FRIENDLY dalam arti saat memulai “masuk” ke saya, bener2 memposisikan diri sebagai teman BUKAN sales, teman yg bener ya yg mau dengerin dulu apa harapan saya dan mau mendengar kebutuhan dan keterbatasan2 saya sbg ibu rumah tangga. JUJUR- NO UGLY SURPRISES. SMART, karena dia ngerti banget segala aspek dari bisnis yang dia tawarkan,mulai sistem perhitungan bonus, jenjang karir, produketc, etc dan bisa menjelaskan/ menjawab pertanyaan dan keraguanku saat diprospek, COMMIT untuk SUPPORT, dari awal mungkin gak bisa lgsg tahu ya, apakah si upline ini tipe yg full support atau enggak apalagi kalau kita bener2 dari gak tau apa2…support atau tidak bisa kebaca deh saat2 awal prospek dgn kita…..At least mereka mau kashi tau contact number dan selalu siap sedia dihubungi…telp nyala terus juga salah satu indikasi. Tapi yang paling penting juga ya itu: pershnya sdh mapan, terdaftar APLI, punya produk yang bagus dan …..yg paling penting punya sistem bisnis,rencana bisnis dan support (dari training, customer care, dll) yg bagus dan jelas.

Bunda Sharah juga memberikan referensi buku yang sangat aplikatif sekali loh � aku langsung cari di toko buku � judulnya �Why not MLM� oleh Pindi Kisata. Selain itu aku juga menemukan buku-buku bagus lainnya tentang MLM yaitu : �How to Build MLM Business� oleh Pindi Kisata dan �The Greatest Networker in the World ; Buku Wajib Para Networker � oleh John Milton Fogg.

sumber: Komunitas Bundainbiz

Pengin berbagi cerita nih seputar bisnis MLM dan Direct Selling. Oiya, content-nya saya ambil dari komunitas Bundainbiz. Semoga bermanfaat (at least untuk diriku sendiri ;-) ..).

===========

BIBers..
salah seorang MOds BIB tuh ada yg kebagian tugas mikirin topik2 bagus buat kita diskusiin bareng ;-) . nah minggu lalu, mba Anisa nyodorin ke tim mods beberapa topik menarik..salah satunya nih yg langsung menarik perhatianku adalah “startegi ampuh penjualan direct selling”…
sudah hampir sebulan BIB milis berjalan.. kok yg para anggota dire.ct selling dan m.l.m masih blum pada muncul yaa hehe
tenang aja BIBers.. gak seperti kebanyakan milis wirausaha laen… disini boleh kok kita ngobrol ttg bisnis ntwork markting ;-)

ayoo dong berbagi cerita…
suka dukanya bundas pandas yang menjalankan bisnis spt Oriflame..amwa.y..revell mungkin? atau tupperware??

apa aja sih yang dilakukan dlm mempromosikan bisnisnya?
apa yang biasanya jd kesulitan atau tantangan?
apa tipsnya biar bs tampil beda dr banyak sales lainnya?
apa kelebihan dr bisnis nya dibanding m.lm yg laen ;-)
gimana ceritanya kok bisa mulai bisnis ini??

hmmm..di milis BIB banyak loh downli.ne ku di Bel’Air ;-)
ayoo aku todong nih buat cerita2 pengalaman,
kalo gak, laporan poin gak aku kirimin loh hehehehe…

/nadia

=======

Selamat siang dan salam kenal,
Saya Nita, baru bergabung di milis BiB hari ini :)
Sekarang ini saya bekerja di tiga perusahaan: kantor saya, keluarga, dan menjadi konsultan salah satu Direct Sellin/MLM bernama Oriflame.
Saya bergabung di Oriflame baru tiga bulan berjalan. Dan sekarang masih di level bonus paling bawah, yaitu 3% dengan bonus masih di bawah Rp. 50ribu :P

Kenapa saya memutuskan untuk bergabung di Oriflame? Pertama, join fee-nya di sini murah hanya Rp. 30ribu plus fotokopi KTP. Kedua, produknya bermutu bagus, banyak dikenal dan harganya sangat terjangkau.

Suka-dukanya? Banyak :) Dukanya antara lain, banyak orang yang memandang sebelah mata, menganggap remeh bisinis MLM. Banyak yang bilang ini bisnis mimpi, mana mungkin dengan jualan kosmetik aja bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis, dapat uang berpuluh-puluh juta.

Memang benar bisnis ini bisnis mimpi. Buat saya bisnis ini adalah jalan saya untuk meraih mimpi-mimpi saya. Mimpi seorang Ibu yang ingin ada di rumah saat anaknya sakit, ingin melihat langkah pertama sang bayi, ingin mendengar celoteh sang anak. Ibu yang menangis dalam hati ketika anaknya yang berumur tiga tahun menyambut pamitan sang ibu ketika hendak berangkat ke kantor dengan, “Mama kok kerja melulu.”

Ada juga orang yang menganggap bisnis MLM cuma bisa dijalankan oleh satu etnis saja. Mereka tidak melihat bahwa orang-orang dari etnis yang tidak mereka sukai itu kebanyakan punya sifat “Tidak betah miskin lama-lama” :) Makanya mereka lebih cepat berhasil.

Sukanya? Banyaaaak!

Pertama, saya mengenal banyak orang yang beraura positif. Mereka positif akan apa yang dijalani dan hasil akhirnya. Mereka positif bahwa seluruh perjuangan mereka tidak akan sia-sia pada akhirnya.

Kedua, Oriflame seperti yang saya katakan di atas, sudah dikenal banyak orang. Jadi pemasarannya juga tidak sulit. Tinggal bawa katalog, tunjukkan, dan ambil order :) saya sendiri tidak banyak menjual produk, tapi lebih banyak “menjual” sistem. Karena harus saya akui, kalau hanya menjual produk, tidak banyak tambahan yang saya dapatkan.

Ketiga, karena untuk menjadi member tidak merepotkan (hanya membayar Rp. 30ribu dan fotokopi KTP), maka cukup mudah untuk mengajak teman, saudara, tetangga, atau bahkan rang asing sekalipun untuk bergabung. Puji Tuhan dalam waktu tiga bulan berjalan ini saya sudah mempunyai hampir 20 “anak” dan beberapa “cucu”. Sedikit ya? Soalnya waktu saya masih dibatasi oleh jam kerja kantor yang mengikat. Kalau tidak, mungkin bisa lebih :)

Untuk promosi, biasanya saya lewat milis-milis yang saya ikuti, lewat iklan di tabloid (tentunya sesuai dengan ketetapan dari Oriflame), lewat katalog, dan lain-lain.

Kelebihan Oriflame?

Pertama join fee-nya murah.

Kedua, produk sudah dikenal.

Ketiga, harganya terjangkau.

Keempat, sebagai konsultan, untuk berbelanja sangat dimudahkan (bisa lewat telepon, internet, fax, atau email. Jadi tidak harus datang langsung, bisa bayar COD pula).

Buat saya, semua MLM (yang terdaftar di APLI) adalah bagus. Masing-masing punya ciri khas, kekurangan dan kelebihan masing, tergantung dari yang menjalankan.

Semoga sukses!
Nita

============

Dear Bunda Nadia,
klo soal sharing MLM kayaknya aku blom pantes…. soalnya br sebulan ini ikutan Ori, sdh gitu akunya jg blm aktif2 bgt cari member n nawarin2 produk……
sekarang2 ini masih sebatas nawarin2 produk Ori ke saudara2 dan sahabat2 deket…. lumayanlah sebagai pemula. Trus terang aja, aku tuh gak pede bgt klo disuruh nawar2in barang, itu lo urat malu nawarinnya masih gede bgt….. Syukur deh aku dapet masukan dari bunda dan panda untuk memulai suatu bisnis….
sekarang lg nyari ide cari lain untuk promosiin produk Ori via net….
bagi aku pengalaman yang palin susah itu, mengubah product minded org untuk pindah pake produkku…………. perlu seni2 tertentu…. mgkn panda Putu punya jurus2 tertentu gak??? hehehehe……… mohon maaf nih…. pengalaman di MLM-nya msh minim bgt….

rgds,
ruri

=============

Ass.Wr.Wb.
Dear Bunda Yuli Widyapuri,
Ndak ada rahasia khusus kok untuk sukses di m.lm kecuali ketekunan, kerja keras, dan kerja cerdas.
Ikuti aja saran upline ataupun leader anda yg bisa dipercayai dan juga terbukti sukses, tiru aja apa yg mereka lakukan. Baca dan ikuti pengalaman sukses dari top leader di m.lm anda dari majalah yg mereka terbitkan secara berkala.

Yg paling penting juga adalah:
* Product Knowledge (pengetahuan secara mendalam ttg produk yg anda jual/ tawarkan ke konsumen)
* Pelatihan2 yg diadakan secara reguler
* Sering2 berkonsultasi dg leader.
* Never GIVE UP

Yg diatas mah cuma 20% nya…
sisanya ditentukan dari bagaimana bunda Yuli masuk kedalam sekolah bisnis yg sebenarnya, yaitu di jalanan alias praktek langsung.

Untuk nutrisi otak jika lagi suntuk atau down, selain petunjuk diatas adalah: baca buku2 motivasi, dan kisah2 sukses.

Masing2 m.lm punya strategy dan trik2 tersendiri yg disesuaikan dg karakter produk dan gaya bisnisnya. Kebetulan saya juga leader di group saya, hampir tiap hari isinya ngasih motivasi buat seluruh member.

Camkan baik2 bahwa tidak ada satu bisnispun, termasuk m.lm yg bisa menjanjikan bisa cepat kaya secara instan kalau hanya ongkang2 kaki, dan jangan pula berharap ada durian runtuh.

Ketekunan, kesabaran, rasa syukur dan keikhlasan sbg kuncinya.

Apapun bisnisnya…… Yg penting bukan hasil akhirnya…… tapi proses untuk mencapai hasil akhir itulah yg paling menentukan.

So…… never GIVE UP.

wass
Panda Putu

==========

Mba Nita ..excatly apa yang aku rasain duluuu loh mba. Sebelumnya aku juga tejun ke dunia m.lm.. Mungkin banyak org yang berpandangan negatif terhadap m.lm krn memang ada beberapa orang/distributr yg menjalankan bisnis ini dengan cara yang kurang “enak”.
Kadang..kesannya makasa.. Dang terlalu ngejar2..ya kan BIBers ;-)
Kita kan jadi ilfil kalo dikejar2 terus heheh

Tapi aku stuju dengan banyak pendapat lainnya..
Banyak yg ngajarin aku kalo sebenernya yang hebat dr sebuah bisnis m.lm itu adalah sistemnya.. Jadi kenapa nggak “curi” ilmu dr situ utk bisa diaplikasikan pada bisnis tradisional kita ya gak?

Tentang jargon Bisnis Mimpi..
Nahh ini lagi hehe..
Padahal mana ada orang yang gak berbisnis kalo emang gak punya mimpi ya kan mba ;-)
Justru aku tuh blajar dr m.lm utk belajar menuliskan mimpi ;-)
Belajar berani menghadapi mimpiku tuh sebenrnya apa sih… Pengen punya apa.. Pengen diakui sbg apa misalnya..
Ini juga bisa loh bibers kita terapkan pd everyday lives kita..
Sehingga bisnis apapun yg kita jalanin, jelas target nya..
Fokusnya ..dan yang paling penting berani memulai alias just do it ;-)

/nadia

=============

Iya Mbak Nad. Mungkin kesan negatifnya muncul dari situ. Atau dari orang2 yang gak berhasil ngejalanin sistemnya, kemudian ngomong kalau mlm itu gak bagus, padahal mereka aja yang gak gigih.
Btw, Mbak Nadia ini salah satu dari WAHM panutanku loooh. Seneng deh bisa ketemu langsung di kopdar nanti :)

nita

=======

sumber: Komunitas Bundainbiz