Pengin berbagi cerita nih seputar bisnis MLM dan Direct Selling. Oiya, content-nya saya ambil dari komunitas Bundainbiz. Semoga bermanfaat (at least untuk diriku sendiri ;-) ..).

===========

BIBers..
salah seorang MOds BIB tuh ada yg kebagian tugas mikirin topik2 bagus buat kita diskusiin bareng ;-) . nah minggu lalu, mba Anisa nyodorin ke tim mods beberapa topik menarik..salah satunya nih yg langsung menarik perhatianku adalah “startegi ampuh penjualan direct selling”…
sudah hampir sebulan BIB milis berjalan.. kok yg para anggota dire.ct selling dan m.l.m masih blum pada muncul yaa hehe
tenang aja BIBers.. gak seperti kebanyakan milis wirausaha laen… disini boleh kok kita ngobrol ttg bisnis ntwork markting ;-)

ayoo dong berbagi cerita…
suka dukanya bundas pandas yang menjalankan bisnis spt Oriflame..amwa.y..revell mungkin? atau tupperware??

apa aja sih yang dilakukan dlm mempromosikan bisnisnya?
apa yang biasanya jd kesulitan atau tantangan?
apa tipsnya biar bs tampil beda dr banyak sales lainnya?
apa kelebihan dr bisnis nya dibanding m.lm yg laen ;-)
gimana ceritanya kok bisa mulai bisnis ini??

hmmm..di milis BIB banyak loh downli.ne ku di Bel’Air ;-)
ayoo aku todong nih buat cerita2 pengalaman,
kalo gak, laporan poin gak aku kirimin loh hehehehe…

/nadia

=======

Selamat siang dan salam kenal,
Saya Nita, baru bergabung di milis BiB hari ini :)
Sekarang ini saya bekerja di tiga perusahaan: kantor saya, keluarga, dan menjadi konsultan salah satu Direct Sellin/MLM bernama Oriflame.
Saya bergabung di Oriflame baru tiga bulan berjalan. Dan sekarang masih di level bonus paling bawah, yaitu 3% dengan bonus masih di bawah Rp. 50ribu :P

Kenapa saya memutuskan untuk bergabung di Oriflame? Pertama, join fee-nya di sini murah hanya Rp. 30ribu plus fotokopi KTP. Kedua, produknya bermutu bagus, banyak dikenal dan harganya sangat terjangkau.

Suka-dukanya? Banyak :) Dukanya antara lain, banyak orang yang memandang sebelah mata, menganggap remeh bisinis MLM. Banyak yang bilang ini bisnis mimpi, mana mungkin dengan jualan kosmetik aja bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis, dapat uang berpuluh-puluh juta.

Memang benar bisnis ini bisnis mimpi. Buat saya bisnis ini adalah jalan saya untuk meraih mimpi-mimpi saya. Mimpi seorang Ibu yang ingin ada di rumah saat anaknya sakit, ingin melihat langkah pertama sang bayi, ingin mendengar celoteh sang anak. Ibu yang menangis dalam hati ketika anaknya yang berumur tiga tahun menyambut pamitan sang ibu ketika hendak berangkat ke kantor dengan, “Mama kok kerja melulu.”

Ada juga orang yang menganggap bisnis MLM cuma bisa dijalankan oleh satu etnis saja. Mereka tidak melihat bahwa orang-orang dari etnis yang tidak mereka sukai itu kebanyakan punya sifat “Tidak betah miskin lama-lama” :) Makanya mereka lebih cepat berhasil.

Sukanya? Banyaaaak!

Pertama, saya mengenal banyak orang yang beraura positif. Mereka positif akan apa yang dijalani dan hasil akhirnya. Mereka positif bahwa seluruh perjuangan mereka tidak akan sia-sia pada akhirnya.

Kedua, Oriflame seperti yang saya katakan di atas, sudah dikenal banyak orang. Jadi pemasarannya juga tidak sulit. Tinggal bawa katalog, tunjukkan, dan ambil order :) saya sendiri tidak banyak menjual produk, tapi lebih banyak “menjual” sistem. Karena harus saya akui, kalau hanya menjual produk, tidak banyak tambahan yang saya dapatkan.

Ketiga, karena untuk menjadi member tidak merepotkan (hanya membayar Rp. 30ribu dan fotokopi KTP), maka cukup mudah untuk mengajak teman, saudara, tetangga, atau bahkan rang asing sekalipun untuk bergabung. Puji Tuhan dalam waktu tiga bulan berjalan ini saya sudah mempunyai hampir 20 “anak” dan beberapa “cucu”. Sedikit ya? Soalnya waktu saya masih dibatasi oleh jam kerja kantor yang mengikat. Kalau tidak, mungkin bisa lebih :)

Untuk promosi, biasanya saya lewat milis-milis yang saya ikuti, lewat iklan di tabloid (tentunya sesuai dengan ketetapan dari Oriflame), lewat katalog, dan lain-lain.

Kelebihan Oriflame?

Pertama join fee-nya murah.

Kedua, produk sudah dikenal.

Ketiga, harganya terjangkau.

Keempat, sebagai konsultan, untuk berbelanja sangat dimudahkan (bisa lewat telepon, internet, fax, atau email. Jadi tidak harus datang langsung, bisa bayar COD pula).

Buat saya, semua MLM (yang terdaftar di APLI) adalah bagus. Masing-masing punya ciri khas, kekurangan dan kelebihan masing, tergantung dari yang menjalankan.

Semoga sukses!
Nita

============

Dear Bunda Nadia,
klo soal sharing MLM kayaknya aku blom pantes…. soalnya br sebulan ini ikutan Ori, sdh gitu akunya jg blm aktif2 bgt cari member n nawarin2 produk……
sekarang2 ini masih sebatas nawarin2 produk Ori ke saudara2 dan sahabat2 deket…. lumayanlah sebagai pemula. Trus terang aja, aku tuh gak pede bgt klo disuruh nawar2in barang, itu lo urat malu nawarinnya masih gede bgt….. Syukur deh aku dapet masukan dari bunda dan panda untuk memulai suatu bisnis….
sekarang lg nyari ide cari lain untuk promosiin produk Ori via net….
bagi aku pengalaman yang palin susah itu, mengubah product minded org untuk pindah pake produkku…………. perlu seni2 tertentu…. mgkn panda Putu punya jurus2 tertentu gak??? hehehehe……… mohon maaf nih…. pengalaman di MLM-nya msh minim bgt….

rgds,
ruri

=============

Ass.Wr.Wb.
Dear Bunda Yuli Widyapuri,
Ndak ada rahasia khusus kok untuk sukses di m.lm kecuali ketekunan, kerja keras, dan kerja cerdas.
Ikuti aja saran upline ataupun leader anda yg bisa dipercayai dan juga terbukti sukses, tiru aja apa yg mereka lakukan. Baca dan ikuti pengalaman sukses dari top leader di m.lm anda dari majalah yg mereka terbitkan secara berkala.

Yg paling penting juga adalah:
* Product Knowledge (pengetahuan secara mendalam ttg produk yg anda jual/ tawarkan ke konsumen)
* Pelatihan2 yg diadakan secara reguler
* Sering2 berkonsultasi dg leader.
* Never GIVE UP

Yg diatas mah cuma 20% nya…
sisanya ditentukan dari bagaimana bunda Yuli masuk kedalam sekolah bisnis yg sebenarnya, yaitu di jalanan alias praktek langsung.

Untuk nutrisi otak jika lagi suntuk atau down, selain petunjuk diatas adalah: baca buku2 motivasi, dan kisah2 sukses.

Masing2 m.lm punya strategy dan trik2 tersendiri yg disesuaikan dg karakter produk dan gaya bisnisnya. Kebetulan saya juga leader di group saya, hampir tiap hari isinya ngasih motivasi buat seluruh member.

Camkan baik2 bahwa tidak ada satu bisnispun, termasuk m.lm yg bisa menjanjikan bisa cepat kaya secara instan kalau hanya ongkang2 kaki, dan jangan pula berharap ada durian runtuh.

Ketekunan, kesabaran, rasa syukur dan keikhlasan sbg kuncinya.

Apapun bisnisnya…… Yg penting bukan hasil akhirnya…… tapi proses untuk mencapai hasil akhir itulah yg paling menentukan.

So…… never GIVE UP.

wass
Panda Putu

==========

Mba Nita ..excatly apa yang aku rasain duluuu loh mba. Sebelumnya aku juga tejun ke dunia m.lm.. Mungkin banyak org yang berpandangan negatif terhadap m.lm krn memang ada beberapa orang/distributr yg menjalankan bisnis ini dengan cara yang kurang “enak”.
Kadang..kesannya makasa.. Dang terlalu ngejar2..ya kan BIBers ;-)
Kita kan jadi ilfil kalo dikejar2 terus heheh

Tapi aku stuju dengan banyak pendapat lainnya..
Banyak yg ngajarin aku kalo sebenernya yang hebat dr sebuah bisnis m.lm itu adalah sistemnya.. Jadi kenapa nggak “curi” ilmu dr situ utk bisa diaplikasikan pada bisnis tradisional kita ya gak?

Tentang jargon Bisnis Mimpi..
Nahh ini lagi hehe..
Padahal mana ada orang yang gak berbisnis kalo emang gak punya mimpi ya kan mba ;-)
Justru aku tuh blajar dr m.lm utk belajar menuliskan mimpi ;-)
Belajar berani menghadapi mimpiku tuh sebenrnya apa sih… Pengen punya apa.. Pengen diakui sbg apa misalnya..
Ini juga bisa loh bibers kita terapkan pd everyday lives kita..
Sehingga bisnis apapun yg kita jalanin, jelas target nya..
Fokusnya ..dan yang paling penting berani memulai alias just do it ;-)

/nadia

=============

Iya Mbak Nad. Mungkin kesan negatifnya muncul dari situ. Atau dari orang2 yang gak berhasil ngejalanin sistemnya, kemudian ngomong kalau mlm itu gak bagus, padahal mereka aja yang gak gigih.
Btw, Mbak Nadia ini salah satu dari WAHM panutanku loooh. Seneng deh bisa ketemu langsung di kopdar nanti :)

nita

=======

sumber: Komunitas Bundainbiz