You are SANGUINIS if… 

Kehadiran Anda selalu menghidupkan suasana. Pembawaan Anda riang gembira. Pandai berkata-kata dan suka menjadi pusat perhatian. Jiwa narsis Anda sangat kental, enggak heran foto di Facebook Anda selalu berganti setiap hari.
Positif:
Ramah pada orang lain, pandai bergaul, punya rasa humor yang hebat, penuh rasa ingin tahu, pandai menyemangati orang-orang di sekitarnya, tidak pernah kehabisan kata-kata, kreatif dan inovatif.
Negatif:
Moody, punya ingatan pendek, gampang terpengaruh kejadian di sekitar, dan menanggapinya dengan emosi meledak-ledak tanpa pikir panjang. Lebih mengedepankan perasaan daripada pikiran, dan bukan pengengar yang baik.

You are CHOLERIC if…

Aktif bergerak dan berjiwa ekstrovert, meski tak seekstrovert sanguinis. Dalam bertindak atau mengambil keputusan, tidak tergantung pada orang lain, bahkan seringnya malah membuat keputusan untuk orang lain.
Positif:
Berorientasi pada target, bisa melihat masalah secara luas, terorganisir, bergerak cepat bila dibutuhkan, dan tidak mudah patah semangat.
Negatif:
Tak mau disalahkan dan ingin selalu memegang kendali. Tak bisa menerima improvisasi apalagi perubahan mendadak. Seluruh waktu tersita untuk kerja, kurang personal sehingga terlihat kurang peka.

Your are MELANCHOLIC if…

Analitis, suka berkorban, perfeksionis, sekaligus punya awareness tinggi, sensitif, dan filosofis. Sangat menikmati keindahan karya seni melebihi orang lain. Introvert sekaligus ekstrovert. Perasaan anda mudah terpancing pada kegembiraan hidup dari orang di sekitar. Namun ada kalanya Anda berubah menjadi pemurung, depresi, dan menarik dari pergaulan.
Positif:
Berorientasi pada jadwal, gila pada detil, kreatif, ekonomis, problem solver andal, dan pendengar yang baik.
Negatif:
Memasang standar tinggi pada orang lain dan akan menganggap orang lain lemah kalau tidak bisa memenuhinya. Tidak mudah berteman karena sangat hati-hati, mudah tertekan dan suka menunda.

You are PHLEGMATIC if…

Pembawaan Anda tenang. Tidak suka pada hal-hal yang menggebu-gebu. Namun tetap dapat bergaul dengan baik, dan menjadi teman yang menyenangkan karena punya banyak informasi. Temperamen yang paling seimbang diantara yang lain.
Positif:
Sangat menjauhi hal-hal yang tidak menyenangkan, tidak mudah terhasut karena selalu melihat suatu peristiwa dari berbagai sudut.
Negatif:
Saking tenangnya perlu dipancing untuk bicara, terkesan lamban dan malas. Bagi yang belum mengenal Anda dengan baik, Anda sering dianggap sombong. Tidak tegas sehingga terlihat tidak berpendirian.

Note: Ini saya kutip dari majalah CHIC No.36. Sebenarnya ini berhubungan dengan karier, tapi saya ambil penjelasan tentang temperamennya aja. :-)

Pelajaran #1:
Jangan mencari penyembah-penyembah; tetapi carilah sahabat-sahabat sejati… Tidak semua teman diciptakan sama. Beberapa teman hanyalah penggemar. Mereka mengagumi Anda. Mereka menyanjung Anda. Mereka takut terhadap Anda. Mereka mengambil keuntungan dari Anda. Namun ketika Anda membutuhkan mereka, mereka tidak ada. 
Pilihlah sahabat sejati daripada penggemar. Ketika Anda mengalami kesulitan, mereka akan tetap berada di sisi Anda.. 

Pelajaran #2:
Cara terbaik untuk mencari seorang sahabat sejati adalah menjadi seorang sahabat sejati. Apakah Anda seorang sahabat sejati? Apakah Anda memberikan perhatian kepada orang lain? Apakah Anda menunjukkan kasih Anda terhadap mereka dengan cara yang tidak biasa? Investasi terbaik yang akan pernah Anda lakukan adalah dalam relasi Anda. Di situlah harta Anda berada.

Pelajaran #3:
Penggertak itu lemah. Hindari atau tentanglah, namun jangan pernah takut terhadap penggertak. Apakah Anda punya penggertak dalam hidup Anda? Anda akan selalu berhadapan dengan para penggertak. Mereka mengintimidasi orang. Mereka ingin Anda merasa takut terhadap mereka. Mereka memanipulasi Anda untuk mengikuti mereka. Tergantung situasi, Anda dapat menghindari atau menentang mereka. Namun jangan pernah takut terhadap mereka. Karena semua penggertak adalah palsu. Dengan paksaan, mereka menutupi kelemahan yang ada di dalam diri mereka. Tapi jauh di dalam, seorang penggertak adalah seorang anak rapuh yang memiliki banyak ketakutan.

Pelajaran #4:
Ketika seseorang tidak suka menjadi temanmu, biarkan saja dan tetaplah bersukacita. Hidup terlalu indah untuk disesali hanya karena penolakan seseorang. ‘Orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain’ ingin menyenangkan setiap orang. Dan ketika seseorang menolak mereka, mereka akan tewas. Karena mereka memerlukan perasaan dibutuhkan. Ketika seseorang menolak mereka, mereka sangat terluka – dan membawa luka ini ke manapun mereka pergi dan membiarkan luka ini berdampak bagi hidup mereka selamanya. Apa yang dilakukan seorang yang dewasa ketika mereka mengalami penolakan? Mereka juga terluka sama seperti orang lain namun mereka tidak membawa luka itu terus-menerus. Mereka mengebaskan debu di kaki mereka dan terus maju. Mereka mencintai diri mereka. Mereka mencintai hidup.

Pelajaran #5:
Ketika seseorang marah terhadap Anda dengan cara yang tidak adil, kasihanilah orang itu. Ia akan menyakiti dirinya sendiri. Jangan mengasihani diri sendiri ketika Anda menerima kemarahan yang tidak adil. Ingatlah bahwa kemarahan yang tidak adil itu menghancurkan orang yang marah, bukan Anda. Kasihanilah orang itu.

Pelajaran #6:
Selalu bersikap baik dan ramah kepada setiap orang – entah dia itu seorang raja atau seorang pengemis. Setiap manusia yang Anda temui dalam hidup adalah anak-anak Tuhan. Entah ia duduk di atas tahta atau terbaring di lumpur, tak ada bedanya. Orang tersebut adalah keluarga Anda.

Pelajaran #7:
Takaran Anda yang sesungguhnya diukur dari keberanian, kearifan dan cinta Anda. Apakah Anda seorang yang besar? Ukurlah keberanian dan kearifan Anda. Dengan cara Anda mengasihi, Anda bisa tahu apakah Anda sudah dewasa dalam hidup atau tidak.

Semoga impian Anda menjadi kenyataan… !!!!

sumber: dari sebuah milis

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna.

Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.

Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.

1. Terlalu Banyak Ide - Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai - Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh”sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis - Sebagian besar orang “pintar”sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses - Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar - Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh”tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi - Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh”berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai - Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri - Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan - Orang “Pintar”menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

10. Tidak Fokus - Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen - Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh”?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas - Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang “pintar”sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas - Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas - Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas.

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas - Banyak orang “Bodoh”yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Mencampuradukkan Keuangan - Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah - Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan - Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga - Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga.

20. Berperilaku Buruk - Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diatas kakinya sendiri.

Sumber: Bob Sadino

PS: Thx a lot to mas Hery Irawan yang udah forward ini ke email saya :-)

Bingung ketika ditanya prospek tentang halal/haram bisnis network marketing ?

Semoga apa yang ada disini bisa membantu ya: Keputusan Fatwa Musyawarah Komisi Fatwa MUI Kota Bandung Nomor : 291/MUI-KB/E.1/VII.

Saya cuplik bagian Network Marketing aja ya…:

MLM yang ketiga yaitu suatu perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem penjualan berjenjang di atas hukumnya shah / halal. Adanya bonus yang dijanjikan, disamakan dengan ju’alah.

Nah, MLM yang ketiga itu apa ? Definisinya sebagai berikut:

c. Perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem Penjualan Berjenjang (Network Marketing).
Adalah sebuah perusahaan yang menjual produknya dengan sistem berjenjang, sehingga setiap konsumen di perusahaan tersebut adalah juga seorang distributor. Dimana akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan jumlah jaringan dan omzet yang dicapai sesuai dengan sistem marketing yang disetujui sejak awal. Dengan harga produk yang cukup wajar.

Selengkapnya silakan baca disini ya…

Note:
Oriflame adalah bisnis yang sangat ‘unique’, yaitu memadukan Direct Selling dengan Multi-Level Marketing.

Bagus banget nih untuk dijadikan motivasi, saya dapatkan dari majalah DUIT! edisi Februari 2009. Bagi yang kesulitan mencari majalahnya, please baca disini aja ya:

Menarik melihat bahwa para distributor M*L-M yang sukses memilih sikap untuk menerima tantangan dengan gembira. Mereka tidak menyerah begitu saja. Sebaliknya mereka dengan gigih memberikan penjelasan, mengajar dan melatih anggota jaringannya untuk bersama-sama menghadapi tantangan. Dan sebagai hasilnya (memang pantas) menikmati berbagai keuntungan materiil dan nonmateriil secara luar biasa.

Bukan saja mereka mampu memberikan nafkah untuk menghidupi keluarganya, tetapi jauh dari itu mereka dapat menjadi orang-orang kaya raya secara terhormat dan halal. Perjalanan ke luar negeri dalam beberapa kali, berkunjung ke tanah suci secara reguler dengan biaya mitra usaha mereka, mobil dan rumah mewah bernilai ratusan juta rupiah, decak kagum dari jaringan yang dipimpinnya, dan kesempatan untuk mengatur waktu dengan bekerja jarak jauh, adalah beberapa kenikmatan yang sekarang mereka miliki.

Semua itu diraih dalam kurun waktu yang relatif singkat, kurang dari 10 tahun, sesuatu hal yang mustahil diperoleh oleh mereka yang melakukan bisnis secara konvensional dengan modal usaha kurang dari satu juta rupiah.

Sikap positif tersebut dibangun diatas persepsi dan keyakinan (paradigm and belief) yang antara lain mencakup hal-hal berikut ini:

  1. Mereka percaya bahwa setiap usaha pasti menghadapi resiko, tantangan, dan kendala; dan orang yang berhasil adalah mereka yang melatih diri untuk mengatasi kendala tersebut dan bukan menghindarinya.
  2. Mereka percaya bahwa setiap tantangan atau kendala pasti memiliki jalan keluar dan itulah yang harus diusahakan dengan sungguh-sungguh. Mereka bisa mengatakan bahwa para pemenang (winner) adalah orang-orang yang selalu melihat jalan keluar dari persoalan yang dihadapinya, sementara para pecundang (loser) adalah orang-orang yang selalu melihat masalah dari setiap jalan keluar yang ditawarkan.
  3. Mereka tidak percaya sukses instan. Sukses bagi mereka berarti kerja keras terlebih dahulu dan menikmati hasilnya kemudian. Hard work (kerja keras) harus mengawali smart work (kerja cerdas), dan mereka menikmati kerja keras itu.
  4. Mereka percaya bahwa karier dan usaha di jalur bisnis M*L-M memberikan peluang yang menjanjikan untuk meningkatkan taraf hidup mereka sekeluarga. Apalagi bila mengingat kecilnya risiko finansial yang harus ditanggung bila gagal, sementara potensi penghasilan sangat luar biasa (ratusan juta rupiah per bulan).
  5. Mereka percaya bahwa program-program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang disusun bersama para mitra usaha lainnya akan menolong mereka untuk berhasil bersama.
  6. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa sistem penjualan langsung adalah kecenderungan atau tren masa depan di millenium ini sebagaimana, antara lain, diramalkan John Naisbitt dalam bukunya Mega Trends 2000.
  7. Mereka percaya bahwa M*L-M memberi mereka kesempatan untuk menentukan waktu kerja secara fleksibel sesuai minat masing-masing. Itulah sebabnya banyak yang memulai bisnis paruh waktu (tanpa meninggalkan pekerjaan utama mereka.
  8. Mereka percaya bahwa orang dapat meraih keberhasilan dalam karier dan bisnis dengan cara menolong orang lain untuk mencapai keberhasilan. “Tolonglah orang lain agar kita dapat menolong diri sendiri,” kata Rich DeVos.
  9. Mereka percaya bahwa perusahaan M*L-M yang baik akan mendukung mereka dengan produk berkualitas tinggi yang antara lain ditunjukkan dengan memberikan garansi yang kembali 100% kepada konsumen yang tidak puas, disamping menanamkan investasi yang relatif besar untuk melakukan inovasi dan diversifikasi produk secara berkesinambungan.
  10. Mereka percaya bahwa setiap orang yang bergabung di perusahaan M*L-M yang sah dan bertanggung jawab memiliki peluang yang sama untuk meraih keberhasilan sesuai dengan kerja keras mereka masing-masing. Bukti-bukti nyata menunjukkan bahwa orang-orang yang bergabung belakangan, dan bekerja sungguh-sungguh, dapat lebih berhasil dari mereka yang telah bergabung lebih dulu.
  11. Mereka percaya bahwa sistem M*L-M yang benar tidak bertentangan dengan hukum internasional, etika moral, hukum agama, hukum nasional dimana mereka hidup, serta sejalan dengan hati nurani masyarakatnya.
  12. Mereka percaya bahwa bisnis M*L-M akan menolong mereka mencapai apa pun yang dicita-citakan. Dengan kata lain mereka melihat jalan lebar mewujudkan impian-impian besar.
  13. “Kepercayaan” tersebut menjadi semacam kredo (keyakinan) para distributor sukses yang terbukti membawa mereka ke taraf kehidupan yang mereka impikan.

Jadi, bila karier dan bisnis di alur M*L-M, pertanyaannya adalah apakah Anda bersedia memilih kepercayaan seperti diatas ?

Jika Anda percaya, Anda akan BERHASIL.

Semoga bermanfaat ya … :-)

Pernahkah temen-temen menghadapi penolakan prospek karena alasan sentimen kebangsaan ? Maksudnya misalnya seperti produk kita yang dari Swedia, lantas ada yang kurang sreg karena Swedia itu di Eropa, dan lain-lain, dan lain-lain. 

Jadi gini, menurut buku Mind Therapy for MLM (hehehe.. sorry lagi semangat membacanya nih..): Sentimen bangsa banyak diutarakan oleh golongan yang tidak bertanggung jawab. Mereka mencoba menghidupkan sentimen kesukuan dan kebangsaan. Jadi, Anda dapat menolak sentimen tersebut dengan cara sbb:

“Pernahkah anda melihat ada hadis atau ayat Al-Quran yang mengharamkan umat Islam atau Melayu berbisnis dengan orang Cina atau bangsa lain ? Nabi Muhammad saw mengadakan perdagangan dengan bangsa Yahudi dan kafir Quraisy. Berbisnis dengan bangsa lain dapat meningkatkan kembali daya beli. Selain itu, Anda dapat juga mempelajari ilmu mereka. Apakah Anda dapat berbisnis dengan pelanggan yang terbatas ? Maksudnya, hanya di kalangan pembeli bangsa Melayu ?”

Semoga bermanfaat ya !!!

Tanya:
Mengenai suatu bisnis dalam pandangan Islam. Bisnis tersebut semacam money game atau network marketing tanpa produk, jadi kita daftar menjadi member dengan membayar uang yang sebetulnya tidak seberapa. Lalu saya mencari downline lagi dan mendapatkan setoran dari downline tersebut, dan seterusnya. Melihat skema bonusnya, saya sangat tertarik sekali dengan sistem bisnis tersebut, tetapi saya ingin selalu kritis mengenai suatu bisnis tertentu dalam pandangan Islam. Mudah-mudahan Bapak bisa menjawab atas keraguan saya itu, apakah sistem bisnis tersebut halal menurut syariat Islam?

Jawab:
Mengenai bisnis money game yang Bapak tanyakan, membaca penjelasan Anda, itu sudah jelas melanggar hukum syariat. Sebaiknya dihindari saja, tidak usah dipikirkan lagi peluang ataupun risikonya. Kalau sudah jelas tidak sesuai syariah, lebih baik tinggalkan saja. Di beberapa negara maju, bisnis ini malah sudah sepenuhnya dilarang secara hukum. Bahkan saya sendiri keberatan untuk menyebutnya sebagai bisnis, karena sama sekali tidak ada proses bisnis disitu seperti jual-beli, sewa, jasa, atau yang lainnya. Yang adalah proses perekrutan seseorang untuk membayar pada upline-nya. Yang selanjutnya downline tersebut merekrut lagi agar mereka bisa dibayar oleh downline mereka, dan begitu seterusnya. Yang masuk belakangan membayar yang masuk duluan. Apa itu layak disebut bisnis? Dalam jangka waktu tertentu, ketika jaringan yang dibentuk sudah jenuh, sulit mencari downline baru, atau jumlah downline baru tidak lagi seimbang dengan kebutuhan jaringan yang semakin besar. Tentunya ‘bisnis’ ini akan ambruk di mana upline sudah tidak bisa lagi mendapatkan setoran dari downline-nya. Hal ini jelas beda dengan MLM yang merupakan bisnis jual-beli dalam sebuah jaringan. Sehingga walaupun jaringannya sudah tidak lagi berkembang, tapi masih ada proses jual-beli di mana dari situlah bonus diperoleh.

Sumber: perencanakeuangan.com

Untuk Anda para dan calon Network Marketer, highlight berikut ini semoga bermanfaat:

1. Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.

2. Apa motivasi kita menjalankan bisnis ini ? Sekedar mencari tambahan penghasilan atau membangun bisnis besar ? MOTIVASI menentukan SIKAP dan KINERJA kita dalam bisnis ini.

3. Semua kemenangan berasal dari KEBERANIAN UNTUK MEMULAI.

4. KEBERHASILAN yang paling besar bagi seseorang adalah MEMBANTU orang lain untuk menjadi SUKSES.

5. Kalau Anda sedang merasa LELAH/KEHILANGAN SEMANGAT, segera KONSULTASI, dengan KASET, baca BUKU, dan HADIRI PERTEMUAN. Maka ANTUSIAS menjadi milik Anda!

6. PERJUANGAN, KEGAGALAN dan KESUKSESAN adalah satu paket yang tidak bisa dibeli terpisah. Jalani PERJUANGANNYA, BANGKIT dari kegagalannya dan MILIKI KESUKSESANNYA !

7. Kalau arus air dipertemukan dengan batu, arus air selalu menang. Bukan dengan kekuatan tetapi dengan KEGIGIHAN.

8. KESALAHAN TERBESAR yang selalu kita lakukan dalam hidup ini adalah selalu TAKUT MELAKUKAN KESALAHAN.

9. Banyak hal yang bisa menggagalkan Anda mewujudkan IMPIAN Anda. Setiap orang yang SUKSES juga mengalami itu, kalau mereka bisa melewati semuanya, Anda juga BISA melewatinya. Jangan menukarkan IMPIAN indah untuk orang-orang yang Anda cintai dengan KEPUTUSASAAN. Jangan berhenti, TERUS BERJUANG !

10. Sudah seberapa dalam jaringan Anda? Bingung kenapa jaringan Anda tidak mendalam? Lihat lagi kemampuan rekan kerja Anda. Apakah mereka sudah bisa presentasi, mengundang dan follow up dengan baik? Saya percaya, jika kita berdoa dan berusaha dengan maksimal, Tuhan pasti memberi jalan.

11. Berjanjilah pada diri sendiri untuk memikirkan HANYA yang TERBAIK, mengupayakan HANYA yang TERBAIK, dan mengharapkan HANYA yang TERBAIK agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

12. Sudahkah Anda menyusun impian dan rencana-rencana baru? Bekerja tanpa perencanaan bagaikan ‘KAPAL BERLAYAR TANPA ARAH’.

13. Ribuan buah jeruk berasal dari satu biji jeruk. Kalau saat ini Anda merasa masih mendapatkan sedikit hasil dari bisnis MLM, itu terjadi karena jaringan yang dibangun belum besar. Ibarat pohon jeruk, masih dalam tahap pertumbuhan dan belum berbuah. BERSABARLAH, TERUS LANJUTKAN dan FOKUS. TETAP SEMANGAT !

14. Kita tidak bisa mengontrol banyak perubahan yang terjadi dalam hidup kita tapi kita bisa melakukan PERSIAPAN yang TERBAIK. Jadi, perubahan apa pun yang terjadi, kita siap menghadapinya.

15. KOMITMEN merupakan janji yang harus dipegang teguh untuk mencapai cita-cita.

16. Tuhan tidak akan mengubah nasih manusia KECUALI ia sendiri yang mau mengubah nasibnya.

17. Ketika Anda telah meraih suatu tujuan, segera tetapkan tujuan yang baru. Dalam hidup tidak ada kata STAGNASI, yang ada hanya HIDUP dan MATI.

18. Banyak hal yang harus dilakukan, tetapi waktu yang tersedia sedemikian terbatas. Jadi TENTUKAN PRIORITAS kegiatan mana yang akan kita BAYAR dengan waktu yang kita miliki.

19. Daripada mengutuk kegelapan lebih baik ambil sebatang lilin dan nyalakan. Daripada meratapi keadaan lebih baik melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaan.

20. KETEKUNAN membuat yang mustahil menjadi MUNGKIN, yang MUNGKIN menjadi KEMUNGKINAN BESAR, dan KEMUNGKINAN BESAR menjadi KENYATAAN.

21. Mungkin kita tidak akan pernah memiliki kelebihan seperti yang dimiliki orang lain, tapi hal itu tidak boleh menjadi halangan untuk memperjuangkan impian kita!

22. Jika Anda menanam padi, rumput pasti ikut tumbuh, tetapi, jika Anda menanam rumput, jangan harap tumbuh padi.

23. Ingat! KESUKSESAN adalah benda mati. Karena itu jangan menunggu sukses untuk menghampiri kita. Kita yang harus berlari menuju kesuksesan itu!!!

24. Hambatan dan kesempatan, bedanya ada pada cara kita memandang. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan.

25. Cinta adalah memberi kepada orang yang kita cintai. Memberi berarti kita yang berkorban, atau membayar harganya, dengan bekerja lebih, untuk bisa memberi LEBIH.

26. Memang KEBERHASILAN itu tidak mudah untuk didapatkan, tapi percayalah itu BISA ANDA WUJUDKAN dalam kehidupan Anda. SELAMAT MEWUJUDKAN!

27. Melebar adalah permulaan, kedalaman adalah kestabilan.

28. Awali hari Anda dengan antusias dan pertahankan antusias itu, maka hari yang indah berada di depan Anda.

29. Banyak alasan yang bisa kita berikan untuk sebuah kegagalan, tapi hanya satu alasan untuk BERHASIL yaitu TIDAK ADA ALASAN. Maju terus dan RAIH KEBERHASILAN ANDA.

30. Hak istimewa manusia adalah HAK MEMILIH. Kita bebas memilih tetapi harus mempertanggungjawabkan setiap pilihan kita. Mari MEMILIH untuk SUKSES walaupun untuk itu kita harus membayar harganya berupa KERJA KERAS yang disertai dengan KERJA CERDIK dari setiap WAKTU yang kita miliki. SELAMAT MEMILIH !!!

31. Ingatlah bahwa Tuhan tidak selalu mengabulkan apa yang kita minta, tapi selalu memberi apa yang kita BUTUHKAN. Sudahkah Anda membawa bisnis ini dalam doa Anda ?

Saya kutip dari buku The Secret Book of MLM. Pesan terakhirnya sbb:

Kami tidak meminta Anda untuk mempercayai tetapi kami ingin Anda menikmati/mendapatkan pendapatan yang LUAR BIASA besar dari bisnis Multilevel Marketing.

Jangan hanya percaya, jangan hanya setuju, tetapi LAKUKAN! Dengan hanya percaya dan setuju tidak akan membuat Anda memiliki sebuah bisnis yang luar biasa ini dengan hasil yang juga LUAR BIASA.

Kehidupan Anda dan Keluarga
1. Dapat mencurahkan perhatian sepenuhnya pada keluarga.
2. Mendidik disiplin anak.
3. Menjadi orangtua berkualitas
4. Dapat memberikan pendidikan yang baik kepada anak.
5. Menjalankan bisnis bersama istri/suami dan dilanjutkan oleh anak.

Karier Anda
6. Membangun karier jangka panjang.
7. Pilihan waktu dan tempat ada pada Anda.
8. Bekerja dengan orang yang mau menolong Anda.
9. Membangun masa depan yang cerah.
10. Menjadi atasan bagi diri sendiri.

Peningkatan Diri
11. Belajar bersabar dalam menjalankan karier.
12. Belajar memiliki impian dan belajar bagaimana mewujudkan impian itu.
13. Semakin positif dalam pemikiran dan kehidupan.
14. Meningkatkan daya imajinasi.
15. Semakin termotivasi.

Keuangan Anda
16. Jaminan keuangan dalam jangka panjang.
17. Pendapatan melebihi keperluan Anda.
18. Menambah harta.
19. Dapat membeli rumah tunai.
20. Tidak ada kekhawatiran dalam masalah keuangan.

Meningkatkan Kesuksesan
21. Impian menjadi kenyataan.
22. Dapat pergi kemana pun yang hendak Anda tuju.
23. Menunjukkan kepada diri Anda dan dunia luar bahwa Anda hebat.
24. Pemikiran Anda selalu sukses.
25. Dapat mengatakan “Ya” pada kesuksesan dan “Tidak” pada kegagalan.

Mencapai Kepribadian dan Tujuan
26. Hidup dalam pencapaian kepribadian yang hebat dan bercita-cita.
27. Mempelajari kemampuan yang Anda perlukan dan meraih kesuksesan.
28. Tahu apa yang harus Anda lakukan dan mencapai kesuksesan.
29. Punya sarana yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
30. Hidup dalam kondisi tujuan tercapai sesuai dengan rencana.

Orang-orang yang Berurusan dengan Anda
31. Bebas bekerja dengan siapa saja yang Anda sukai.
32. Rekan Anda adalah orang-orang yang positif.
33. Anda selalu mendapat motivasi.
34. Dikelilingi orang-orang yang berhasil.
35. Berbagi waktu dengan orang yang juga berkeinginan untuk sukses.

Tingkat Kualitas Hidup
36. Mempunyai waktu istirahat yang banyak.
37. Enjoy dalam kehidupan. 
38. Fokus pada impian dan usaha untuk mewujudkannya.
39. Pikiran yang tenang.
40. Menyelesaikan masalah dengan solusi positif.

Menciptakan Masa Depan yang Sukses
41. Selalu melihat masa depan dalam pandangan positif.
42. Bisnis yang mengubah karakter dan sikap Anda dalam semua segi.
43. Dapat memantau perkembangan anak-anak meski sedang berbisnis.
44. Membina hubungan yang baik dengan Tuhan, keluarga, dan lain-lain.
45. Meningkatkan kehidupan menjadi lebih baik dalam setiap waktu dan setiap cara.

Membina Hubungan dalam Kehidupan
46. Menolong orang lain untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
47. Melakukan sesuatu yang penting dalam hidup.
48. Berbagi kesuksesan dengan orang lain.
49. Menolong orang lain membina hidup baru.
50. Peduli kepada orang lain.

sumber: Mind Therapy for MLM

Bekerja dalam sebuah tim tentu membutuhkan keterampilan dan seni. Anda tak cukup menjadi pemain bintang dan bersinar sendirian. Mau dan mampu bekerjasama, itu intinya.

Bila Anda harus bekerja dalam sebuah kelompok, mau tak mau Anda harus memiliki keterampilan ini. Tanpa keterampilan itu, hidup Anda akan sulit. Jangankan mencapai posisi puncak, untuk bertahan saja sulitnya bukan main.

Sebenarnya, siapa saja bisa menjadi seorang team player yang baik dan sukses. Asal Anda mau mengembangkan hal berikut:

1. Pahami misi dan visi kelompok

Pada hakikatnya, visi adalah tujuan yang akan dicapai di masa mendatang dan misi merupakan cara atau jalan yang harus ditempuh untuk mencapai visi yang telah ditentukan. Ketika menjadi bagian dari sebuah tim kerja, berarti Anda telah berkomitmen dengan kelompok tersebut. Dengan begitu, tentu Anda harus memahami apa yang menjadi visi kelompok, agar Anda tahu bentuk kontribusi seperti apa yang bisa Anda berikan untuk membantu mencapai tujuan kelompok.

2. Kenali anggota tim

Mengenal anggota tim adalah salah satu faktor penting dalam teamwork. Anda perlu tahu dengan orang macam apa Anda berhubungan kerja. Jangan terfokus pada hal-hal yang sifatnya pribadi ya. Anda tak perlu kok sampai mencari tahu seberapa jumlah pacar tak resmi si anu. Atau apa makanan favoritnya. Hal yang perlu dipahami adalah perkara seperti siapa orang-orang yang berada dalam garis koordinasi yang sama, atau siapa saja orang yang memiliki pengaruh dalam kelompok. Dengan merekalah Anda akan saling membantu untuk mencari tujuan kelompok. Pelajari juga hal-hal yang berkaitan dengan alur kerja dan ritme kelompok. Ini akan sangat memudahkan Anda bekerja.

3. Keterampilan komunikasi

Keterampilan ini sangat dibutuhkan untuk bekerja dalam sebuah tim. Komunikasi yang baik diperlukan untuk melakukan koordinasi, pertukaran gagasan dan untuk bersosialisasi tentunya. Jangan samakan pandai berkomunikasi dengan pintar ngomong ya. Bentuk komunikasi tidak melulu bersifat verbal. Anda bisa saja menyampaikan gagasan dalam bentuk visual atau mengembangkan komunikasi yang baik dengan dukungan gestural. Penting juga memahami cara kelompok berkomunikasi. Termasuk cara bercanda di dalam kelompok. Anda tentu enggak mau dianggap ‘autis’ atau ‘tulalit’ karena enggak paham bahasa ‘pergaulan’ dalam kelompok.

4. Punya tenggang rasa

Kemampuan dan kemauan bersikap toleran akan sangat menolong hidup Anda dalam kelompok. Anda perlu belajar untuk tidak self oriented, bisa menghargai pendapat orang lain dan menunjukkan sikap empati atau simpati sesuai porsinya. Dalam sebuah tim, mencapai tujuan kelompok adalah hal yang utama. Sehebat apapun kualitas pribadi Anda tak ada artinya bila Anda tidak mendapatkan dukungan dari anggota tim lainnya.

5. Menunjukkan kompetensi

Bekerja dalam tim tent memiliki tantangan tersendiri. Salah satu tantangannya adalah, Anda harus pintar bekerjasama tetapi tetap perlu menonjolkan kemampuan personal. Karena dengan begitu Anda bisa memberikan kontribusi yang maksimal untuk tim. Selain itu, atasan Anda tentu tak hanya memperhatikan hasil akhir sebuah teamwork saja, namun produktivitas setiap orang akan menjadi penilaian tersendiri. Disinilah saatnya Anda berusaha menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari rekan kerja lainnya.

Nah, tidak sulit kan untuk bekerjasama dan meraih sukses dalam teamwork. Selamat mencoba ya !

Sumber: CHIC No.14 edisi 2-16 Juli 2008

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.